SATUAN
LAYANAN BIMBINGAN KONSELING
SMP
N 5 SALATIGA
JL.
BIMA N0. 10 SALATIGA
Kelas :
VII A
Semester/Tahun :
II/2011-2012
Waktu Pelaksanaan :
Rabu, 13 Maret 2012
Alokasi Waktu :
1 X 45 menit
Tempat :
Ruang Kelas VIIA
Layanan/Bidang Bimbingan : Penguasaan konten/Bimbingan Belajar
Judul/Spesifikasi Layanan : Perubahan Cara Belajar
Akibat Perkembangan Teknologi
Fungsi Layanan :
Pengembangan
A. Tujuan
Khusus : Siswa dapat menggunakan teknologi
dalam kegiatan belajar
B. Materi
Layanan :
Terlampir
C. Metode :
Ceramah, dan diskusi
D. Kegiatan
Awal :
Ø Guru
menciptakan kondisi kelas yang kondusif sebelum memulai melaksanakan kegiatan
bimbingan
Ø Guru
melakukan kegiatan apersepsi
Ø Guru
menyampaikan topik dan tujuan yang akan dibahas pada pertemuan ini
Kegiatan
Inti
1. Eksplorasi
Ø Guru
memberikan ceramah tentang penggunaan teknologi dalam belajar
2. Elaborasi
Ø Guru
membagi siswa dalam kelompok-kelompok
3. Konfirmasi
Ø Guru
memberikan pedoman diskusi tentang penggunaan teknologi dalam belajar
Ø Siswa
mempresentasikan hasil diskusi
Kegiatan Akhir
Ø Guru
memberikan kesimpulan dari hasil diskusi siswa
Ø Guru
memberikan harapan terhadap materi layanan yang telah diberikan
E. Alat
dan Media :
Alat tulis
F. Rencana
Penilaian dan Tindak Lanjut
v Penilaian
Proses:
Ø Guru
mengobservasi proses kegiatan layanan
v Penilaian
Hasil
· Penilaian
Laiseg
Ø Menilai
berapa banyak siswa yang memahami akan materi tersebut?
· Penilaian
Laijapen
Ø Memberikan
contoh teknologi yang akan di gunakan dalam kegiatan belajar
· Penilaian
Laijapang
Ø Memantau
perkembangan siswa tentang penggunaan teknologi dalam belajar
v Tindak
Lanjut
Ø Memberikan
layanan konseling pada siswa yang belum mengerti mengenai materi tersebut?
G. Keterkaitan
Layanan dengan Kegiatan Pendukung : Himpunan Data
H. Sumber :
kompas.com diunduh pada tanggal 13/03/2012 pkl 16.00
I. Biaya :
J. Catatan
Khusus :
Salatiga,
13 Maret 2012
Mengetahui
Kepala Sekolah Perencana
Layanan
_________________ _________________
Lampiran 1
MATERI
LAYANAN
Definisi teknologi pendidikan juga berkembang
sejalan dengan arah perkembangan tersebut. Perubahan pandangan tentang belajar
(learning) dan pembelajaran (instruction) telah mengakibatkan terjadinya perubahan
yang dramatik terhadap perubahan asumsi-asumsi mengenai hubungan antara
pengajaran dan belajar. Definisi teknologi pendidikan sebelumnya secara jelas
lebih menekankan adanya hubungan sebab-akibat langsung antara intervensi
pembelajaran dan belajar.Sebagai suatu contoh, pada perkembangan disiplin
teknologi pendidikan. Salah satu contoh perubahan tersebut adalah bergesernya
konsepsi pembelajaran yang dikendalikan oleh guru kearah konsepsi pembelajaran
yang dikendalikan oleh siswa, sehingga guru berubah fungsinya dari sebagai
pengajar menjadi sebagai fasilitator. Sebagai akibatnya, definisi teknologi
pendidikan juga berkembang sejalan dengan arah perkembangan tersebut. Teknologi
bisa berbentuk teknologi keras (seperti: kamera atau pesawat terbang) dan bisa
juga dalam bentuk teknologi lunak (seperti: prosedur kerja atau software
komputer). Teknologi dibedakan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan lebih
bersifat teoretik, karena tujuan utamanya bukan memecahkan masalah-masalah
kehidupan praktis, melainkan membangun prinsip-prinsip, hukum-hukum dan
teori-teori untuk memahami lebih baik atau menjelaskan phenomena-phenomena
dalam kehidupan.
Teknologi adalah
pengetahuan ilmiah atau pengetahuan terorganisasikan untuk mencapai
tujuan-tujuan praktis (Galbraith, 1972). Hasil teknologi bisa berbentuk
teknologi keras (seperti: kamera atau pesawat terbang) dan bisa juga dalam
bentuk teknologi lunak (seperti: prosedur kerja atau software komputer).
Teknologi dibedakan dengan ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan lebih bersifat
teoretik, karena tujuan utamanya bukan memecahkan masalah-masalah kehidupan
praktis, melainkan membangun prinsip-prinsip, hukum-hukum dan teori-teori untuk
memahami lebih baik atau menjelaskan phenomena-phenomena dalam kehidupan. Dari
satu sisi ilmu pengetahuan merupakan induk teknologi karena teknologi hanya
merupakan penerapan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan.Teknologi pendidikan
secara umum dapat diartikan sebagai alat atau piranti yang dapat dipergunakan
untuk membantu orang belajar sehingga mereka dapat belajar lebih mudah, lebih
cepat, lebih pasti dan/atau lebih murah ( AECT Definition, 2004, hlm. 2
).Meskipun konsep teknologi pendidikan seperti dikemukakan di atas mudah
dipahami, mendefinisikan konsep tersebut secara komprehesif bukan merupakan
pekerjaan yang mudah. Konsep teknologi pendidikan selalu berkembang dan berubah
seirama dengan perubahan konsepsi pendidikan yang menjadi induknya. Karena itu
perlu disadari bahwa definisi teknologi pendidikan harus selalu dilihat sebagai
sesuatu yang bersifat tentatif.Konsepsi teknologi pendidikan, termasuk
didalamnya teknologi pembelajaran, telah berkembang dan akan terus berkembang
sejalan dengan perkembangan disiplin teknologi pendidikan
.
Lampiran 2
Pedoman
Diskusi Kelompok
1. Apa
yang kamu tentang“teknologi”?
2. Apa
dampak positif perkembangan teknologi bagi kalian?
3. Apa
dampak negatif perkembangan teknologi bagi kalian ?
4. Bagaimana
perkembangan teknologi dalam membantu proses belajar mengajar?
Lampiran 3
Pedoman Observasi
|
Aspek
yang diamati
|
Jumlah
|
|
Siswa yang mengobrol saat materi disampaikan
|
|
|
Siswa
yang bertanya
|
|
|
Siswa
yang tidak mampu menjelaskan tentang
teknologi
|
|
|
Siswa
yang berpartisipasi dalam diskusi kelompok
|
|
|
Kelompok
yang mengungkapkan hasil diskusi
|
|
LAPORAN PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN BELAJAR
Judul/Spesifikasi Layanan : Perubahan Cara Belajar Akibat Perkembangan Teknologi
Kelas :
VII A SMP N 5 SALATIGA
Waktu Pelaksanaan : Rabu, 13/03/2012
Hasil :
Kegiatan awal: guru masuk kelas, sebelum kegiatan di
mulai berdoa bersama, dan guru mengabsensi kehadiran siswa
Kegiatan inti: guru mulai menjelaskan apa itu
teknologi, perkembangannya, dampak positif dan negatifnya dan pengaruhnya terhadap
kegiatan belajar mengajar. Setelah itu guru membagi siswa kedalam
kelompok-kelompok untuk diskusi. Kegiatan diskusi pun dimulai, guru mulai
keliling ke kelompok-kelompok, menanyakan ada kesulitan tidak?
Kegiatan akhir: setelah itu para siswa diminta
mempresentasikan hasil diskusinya, dan sesi tanya jawab dimulai, setelah itu
guru menyimpulkan hasil diskusi. Setelah itu doa penutup.
Hasil penilaian proses: ada anak yang pasif dalam
satu kelompok, ada pula anak yang aktif.
Hasil penilaian laiseg: guru memberikan pertanyaan
apakah sudah mengerti semua? Dan ada satu anak yang kurang mengerti
Hasil penilaian laijapen: belum dilaksanakan
Hasil penilaian laijapang : belum dilaksanakan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar